Bisnis Apa yang Moncer di Tahun Kuda Api, Begini Terawang Pakar Feng Shui

Sektor kuliner diprediksi menjadi salah satu bisnis yang berkembang positif di Tahun Kuda Api. (Foto: Freepik/image by upklyak)
Sektor kuliner diprediksi menjadi salah satu bisnis yang berkembang positif di Tahun Kuda Api. (Foto: Freepik/image by upklyak)

Imlek 2026 menandai datangnya Tahun Kuda Api. Untuk dunia bisnis, prediksi apa yang dibawa oleh feng shui?

Pakar feng shui Yulius Fang mengatakan, Tahun Kuda Api mempertemukan unsur api kecil dan api besar yang menciptakan energi berlapis. Karakter tersebut mendorong semangat agresif dalam mengejar pencapaian.

“Ini tahun dengan dorongan sangat kuat untuk cepat berhasil. Orang ingin hasil instan, ingin terlihat unggul,” ujarnya seperti dikutip dari bisnis.com, Sabtu (14/2/2026). Namun, menurut dia, energi tersebut juga membawa potensi emosional dan keputusan impulsif dalam bisnis.

Yulius menyebut sektor usaha berbasis elemen air dan kayu berpotensi mencatat performa lebih baik dibanding sektor lain. Kedua elemen ini dinilai lebih adaptif terhadap gejolak dan mampu mengikuti arus perubahan. Sektor berbasis elemen air yang diprediksi moncer antara lain teknologi informasi (IT) dan software, media digital, pariwisata, hotel, transportasi, serta bisnis kafe dan restoran. Industri jasa yang mengandalkan mobilitas dan konektivitas dinilai sejalan dengan karakter pergerakan tahun ini. “Selama tren industrinya kuat, peluangnya juga lebih terbuka,” kata Yulius.

Teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya yang berbasis layanan dan solusi, juga dinilai masih berada dalam spektrum positif.

Sementara itu, elemen kayu mencakup bisnis tekstil dan fashion, kesehatan, perkebunan, kehutanan, furniture, logistik, hingga produk herbal. Sektor-sektor ini dinilai memiliki pola pertumbuhan yang lebih organik dan berkelanjutan di tengah kompetisi ketat.

“Yang penting melihat tren industrinya. Kalau industrinya memang sedang bagus dan prospeknya kuat, silakan berkembang. Tapi jangan asal lompat tanpa kalkulasi,” ujarnya.

Sebaliknya, sejumlah sektor dinilai berpotensi menghadapi tantangan lebih berat. Industri otomotif, elektronik, alat berat, produk logam, pertambangan mineral, hingga sektor spekulatif seperti kripto disebut lebih rentan terhadap fluktuasi dan tekanan pasar.

Energi api yang dominan juga berpotensi memicu fenomena “bragging economy”, yakni kecenderungan mengejar pertumbuhan cepat demi citra. Dalam konteks bisnis, hal ini dapat mendorong ekspansi agresif tanpa fondasi yang matang. “Seperti kembang api, meledak cepat lalu redup. Yang bisa bertahan justru yang konsisten,” kata Yulius. Dia kembali mengingatkan bahwa strategi bertahap dan terukur akan lebih relevan di Tahun Kuda Api.

Baca Juga:

Sambut Imlek, Bagaimana Terawang Ahli Feng Shui Soal Shio di Tahun Kuda Api?

Filosofi Kue Keranjang Khas Imlek, Simbol Eratnya Hubungan dan Manisnya Kehidupan

Share the Post: