
Kala Tentara Jepang Ogah Menyerah: Pemberontak Mengisolasi Istana Kekaisaran (Bagian X)
Para perwira pembangkang dan pasukan yang berhasil mereka gerakkan untuk mencegah pernyataan menyerah oleh pemerintah Jepang terus bergerak pada tanggal

Para perwira pembangkang dan pasukan yang berhasil mereka gerakkan untuk mencegah pernyataan menyerah oleh pemerintah Jepang terus bergerak pada tanggal

Ketika akhirnya proses pengesahan naskah pernyataan resmi kekaisaran tentang penerimaan terhadap Deklarasi Potsdam dilakukan oleh kabinet, 14 Agustus 1945 malam,

Peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 lalu ditandai peresmian 204 satuan baru di ketiga matra yaitu TNI AD,

Di tengah persiapan naskah pernyataan resmi kekaisaran yang menerima Deklarasi Potsdam, yang secara tidak langsung mengakui kekalahan Jepang dalam perang

Pada saat para perwira muda yang bermaksud memberontak guna mencegah diambilnya langkah damai dan penyerahan diri oleh pemerintah kepada Sekutu

Dengan makin “mendidihnya” semangat para perwira muda tentara Jepang khususnya di lingkup Angkatan Darat untuk bergerak mencegah pemerintah mengakhiri peperangan
Dua “kubu” dalam pemerintah Jepang, kubu pro-perdamaian yang ingin segera menerima Deklarasi Potsdam dan mengakhiri peperangan dan kubu antipenyerahan diri

Keputusan untuk mengakhiri perang sesuai tuntutan dari Deklarasi Potsdam sudah diambil oleh Kaisar Hirohito, dan ditindaklanjuti kabinet Perdana Menteri Suzuki

Keputusan akhir soal apakah Jepang akan menyerah atau terus berperang sampai hancur lebur kini bakal diserahkan kepada Kaisar Hirohito. Sang

Pemerintah Jepang masih memendam harapan bahwa Uni Soviet bakal mau campur tangan memediasi perundingan dengan pihak Sekutu yaitu AS dan

Salah satu karakter bangsa Jepang yang terkenal adalah sikap tak mudah menyerah. Bahkan seperti sering dilukiskan dalam aneka cerita dan