Makin Banyak Warga China Tak Mudik Saat Imlek

Ilustrasi suasana Stasiun Hongqiao di Shanghai, China, saat musim perjalanan menjelang Imlek (Foto: scmp.com)
Ilustrasi suasana Stasiun Hongqiao di Shanghai, China, saat musim perjalanan menjelang Imlek (Foto: scmp.com)

Tahun baru China atau Imlek mirip dengan Lebaran di Indonesia, di mana orang ramai-ramai mudik ke kampung halaman. Namun belakangan ini makin banyak orang China khususnya kaum muda yang justru tak mau lagi mudik untuk menemui orang tua di kampung. Waduh, pada jadi anak durhaka?

Tidak. Soalnya sebaliknya, menjelang Imlek justru orang tua yang diboyong ke kota besar atau kota tempat anak mereka merantau. Hal ini seperti dilaporkan Antara pada Kamis (12/2/2025) disebut sebagai fǎnxiàng guònián atau “mudik terbalik.” kian populer di kalangan muda di China.

Topik terkait “mudik terbalik” di media sosial China, Weibo, pada Senin (9/2/2025) mencapai 2,2 juta tampilan, dan di platform Xiaohongshu sejumlah pengguna membagikan pengalaman mengajak orang tuanya “mudik terbalik” di tempat mereka merantau.

Seorang pengguna Xiaohongshu dari Henan yang bekerja di Shenzhen membagikan ceritanya mengajak orang tua “mudik terbalik” ke kota tempat dia bekerja sekaligus menghemat pengeluaran perjalanan, akomodasi, dan konsumsi.

Pengguna platform yang lain menyebut “mudik terbalik” lebih mudah karena tidak perlu berebut membeli tiket, tidak kelelahan melakukan perjalanan jauh dan mengunjungi rumah sanak saudara, dan bisa merayakan Imlek secara santai.

Menurut siaran media pemerintah China, Wakil Direktur Pusat Penelitian Ekonomi di Central China Normal University Hu Jiliang menyebut tren “mudik terbalik” dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih baik antara orang tua dan anak yang tinggal di perantauan serta meningkatkan perputaran uang di kota.

Pada masa mudik Imlek 2026, diperkirakan ada 9,5 miliar perjalanan penumpang yang mencakup 540 juta perjalanan kereta api dan 95 juta perjalanan melalui jalur udara di China.

Menurut data yang dirilis Meituan Travel, platform penjualan tiket daring populer di Tiongkok, penjualan tiket pesawat untuk “mudik terbalik” pada 2026 meningkat 84% dibandingkan 2025. Kota besar seperti Ibu Kota Beijing, Shanghai, dan Chengdu menjadi destinasi utama pada masa libur tahun baru China.

Data yang lain menunjukkan bahwa pada masa libur Imlek tahun ini terjadi peningkatan signifikan angka perjalanan udara yang dilakukan warga berusia 60 tahun ke kota besar. Perjalanan udara ke Beijing naik 40%, Chengdu naik 31%, Tianjin naik 30%, dan Guangzhou 27%.

Sejumlah kota besar di China juga mengadakan kegiatan bagi warga yang tidak mudik dan mengakomodasi pengunjung yang “mudik terbalik” pada masa libur Imlek. Di Shanghai, lebih dari 2.000 kegiatan budaya dan wisata akan digelar, sementara Beijing akan mengadakan kegiatan seperti festival lampion, pertunjukan budaya, dan bazar di 26 lokasi berbeda.

Baca Juga:

Hidangan Khas Imlek Tak Sekadar Camilan, Ada Nilai di Balik Sebutir Nastar

Kuliner Jadi Bagian Tak Terpisahkan Perayaan Imlek

Share the Post: