Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Lagi, Begini Jejak Bongkar Pasangnya Sejak Memerintah

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Antara/Bayu Pratama S.)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Antara/Bayu Pratama S.)

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kocok ulang alias reshuffle kabinet untuk kali ke-6 di lingkungan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029, Senin (27/4/2026). Seperti diberitakan bisnis.com perombakan ini ditetapkan melalui sejumlah keputusan presiden (keppres).

Keputusan itu adalah Keppres Nomor 51/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri negara, Keppres Nomor 52/P Tahun 2026 terkait Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Keppres Nomor 53/P Tahun 2026 mengenai pengangkatan penasihat khusus presiden bidang komunikasi. Selain itu, terdapat pula Keppres Nomor 50/TPA Tahun 2026 yang mengatur perubahan pimpinan tinggi utama di Badan Karantina Nasional (Barantin).

Berikut ini sejumlah nama yang menjadi anggota baru Kabinet Merah Putih:

  • Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup – Jumhur Hidayat
  • Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan – Hanif Faisol
  • Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi – Hasan Nasbi
  • Kepala Staf Kepresidenan – Dudung Abdurachman
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah – Muhammad Qodari
  • Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) – Abdul Kadir Karding.

Sejauh ini Jika menengok ke belakang, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah beberapa kali reshuffle kabinet serta pengisian jabatan pimpinan lembaga sejak menjabat presiden pada Oktober 2024. Seperti dicatat goodstats.id, perombakan pertama terjadi pada 19 Februari 2025 di mana saat itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, digantikan oleh Brian Yuliarto.

Pada 8 September 2025, reshuffle kembali dilakukan dalam skala yang lebih besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sudah melayani dua presiden yaitu SBY dan Jokowi serta kemudian masuk dalam Kabinet Merah Putih Prabowo digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Di sektor koperasi, Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono. Kemudian, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding juga diganti oleh Mukhtarudin.

Pada saat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo diberhentikan dan posisinya belum langsung diisi. Sementara itu, jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang sebelumnya dipegang Budi Gunawan sempat diisi sementara oleh Sjafrie Sjamsoeddin. Pemerintah juga membentuk posisi baru, yaitu Menteri Haji dan Umrah yang kemudian diisi oleh Mochamad Irfan Yusuf didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri.

Sepekan kemudian pada 17 September 2025, dilakukan pengisian terhadap posisi-posisi yang sebelumnya masih kosong atau sementara. Posisi Menko Polhukam akhirnya diisi secara definitif oleh Djamari Chaniago. Posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang sempat kosong kemudian diisi oleh Erick Thohir. Selain itu ada pelantikan Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan menggantikan Immanuel Ebenezer yang terjerat kasus korupsi.

Pejabat lain yang dilantik saat itu adalah Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi, serta Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah menggantikan Hasan Nasbi. Muhammad Qodari juga dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan A.M. Putranto.

Dalam kesempatan yang sama mantan Wakapolri Ahmad Dofiri dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian, sedangkan Nanik Sudaryati Deyang dan Sonny Sanjaya dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sarah Sadiqa saat itu juga dilantik sebagai Kepala LKPP.

Tak sampai sebulan, pada 8 Oktober 2025 Presiden Prabowo kembali melantik sejumlah pejabat pengisi posisi lama dan baru. Saat itu Dony Oskaria, Direktur Operasional Danantara, dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, didampingi Aminuddin Maruf dan Tedi Bharata sebagai Wakil Kepala BP BUMN. Prabowo juga melantik Velix Fernando Wanggai untuk memimpin lembaga b aru, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua

Dua wakil menteri juga dilantik pada saat itu yaitu Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri atau Wamendagri. Sedangkan Anggito Abimanyu yang semula menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) beralih tugas menjadi Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang ditinggalkan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia didampingi Farid Azhar Nasution sebagai Wakil Kepala Dewan Komisioner LPS.

Baca Juga:

Kesepakatan Dagang RI-AS, Betulkah Indonesia Dirugikan Total?

Antara Isu Kerja Sama Militer Indonesia-AS dan Realitas Pertahanan Nasional

Share the Post: