Selat Hormuz Diblokade Dampak Konflik AS-Israel vs Iran, Ini Jalur Laut Vital Transportasi Minyak Dunia

Peta posisi Selat Hormuz (Foto: BBC)
Peta posisi Selat Hormuz (Foto: BBC)

Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman dan selanjutnya ke laut lepas Laut Arab dan Samudera Hindia di Timur Tengah diblokade oleh Pengawal Revolusi Iran sebagai imbas serangan AS-Israel ke Iran. Penutupan ini menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran diperuntukkan bagi kapal-kapal dari AS, Israel, Eropa, dan sekutu Barat mereka. Iran hanya akan mengizinkan kapal-kapal berbendera China untuk menggunakan selat tersebut.

Penutupan Selat Hormuz pun memicu kekhawatiran atas kelancaran pasokan minyak global. Selat ini sendiri berbatasan dengan wilayah Iran di sisi utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di selatan. Lebarnya hanya sekitar 50 km di bagian masuk dan keluarnya, dan di bagian tersempitnya selebar 33 km.

Seperti dilaporkan BBC, pada 2025, lebih kurang 20 juta barrel minyak bumi dibawa melintas Selat Hormuz tiap harinya. Minyak yang dibawa kapal-kapal tanker itu bukan hanya dari Iran, namun juga dari negara-negara di Teluk Persia lainnya seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Tiap bulan sebanyak lebih kurang 3.000 kapal melintasi selat itu.

Namun sebenarnya bukan hanya Selat Hormuz yang paling berpengaruh dan paling sibuk di dunia. Ada pula beberapa selat lainnya yang menjadi tempat mengalirnya minyak di dunia. Seperti diberitakan bisnis.com, Selat Malaka, antara Malaysia dan Indonesia, adalah jalur transit minyak tersibuk di dunia, yang mengangkut sekitar 29,1% perdagangan minyak maritim global. Sementara sekitar seperlima konsumsi minyak global mengalir melalui Selat Hormuz. Lebih kurang 84% minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk pasar Asia.

Pasar minyak bergantung pada sejumlah jalur maritim sempit untuk menjaga pasokan tetap mengalir. Jalur transit minyak ini merupakan arteri penting dari sistem energi global, yang mengangkut puluhan juta barel per hari. 

Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memetakan jalur transit minyak terpenting di dunia dan pangsa perdagangan minyak maritim globalnya. Data ini menyoroti volume minyak mentah dan cairan petroleum yang melewati titik-titik rawan maritim utama pada paruh pertama tahun 2025, diukur dalam juta barel per hari (mb/d), dan pangsa mereka dari total perdagangan minyak maritim dunia.

Secara total, sekitar 73 juta barel per hari minyak bergerak melalui titik-titik rawan maritim utama, yang mewakili sebagian besar minyak yang diperdagangkan secara global melalui jalur laut. Berikut ini deretan selat tersibuk di dunia dan jumlah minyak yang diperdagangkan:

Berikut jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia:

  1.  Selat Malaka: 23,2 juta barel/hari – 29,1%. Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia ke Laut China Selatan, menjadikannya jalur penting untuk pengiriman minyak ke China, Jepang, dan Korea Selatan.  Selat yang sempit dan lalu lintas yang padat membuatnya rentan terhadap kemacetan dan ketegangan geopolitik.
  2. Selat Hormuz: 20,9 juta barel/hari – 26,2%. Sekitar 84% minyak mentah yang melewati Hormuz ditujukan untuk pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Karena begitu banyak produksi Teluk bergantung pada jalur ini, gangguan apa pun dapat menimbulkan guncangan pada harga minyak global.
  3. Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) Afrika Selatan: 9,1 juta barel/hari – 11,4%
  4. Selat Denmark: 4,9 juta barel/hari – 6,1%
  5. Terusan Suez & Pipa SUMED: 4,9 juta barel/hari – 6,1%. Terusan Suez dan Pipa SUMED mengangkut sekitar 4,9 juta barel per hari, menghubungkan Laut Merah ke kawasan Mediterania.
  6. Bab el-Mandeb: 4,2 juta barel/hari – 5,3%. Selat Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan selanjutnya Samudera Hindia.
  7. Selat Turki (Dardanelles): 3,7 juta barel/hari – 4,6%
  8. Terusan Panama (menghubungkan Samudera Atlantik dan Pasifik): 2,3 juta barel/hari – 2,9%

Baca Juga:

Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Bagaimana Dampak untuk Indonesia?

AS Serang Iran, Begini Riwayat Konflik AS-Iran Sejak Dulu

Share the Post: