Instansi pemerintah yang paling dicintai masyarakat saat ini sepertinya adalah pemadam kebakaran alias damkar. Fakta yang dibagikan di media sosial bahwa mereka selalu cepat tanggap untuk setiap laporan masyarakat, termasuk untuk hal-hal yang bukan terkait dengan pemadaman kebakaran, membuat instansi ini selalu banjir pujian dan ucapan terima kasih dari warganet.
Yang mungkin tidak banyak orang tahu, lembaga pemadam kebakaran ternyata berusia jauh lebih tua dari negara Indonesia. Instansi yang secara resmi dinamai Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) ini memasuki usia ke-107 tahun pada 1 Maret 2026. Kok bisa setua itu?
Kesatuan damkar di Indonesia untuk kali pertama ada di Batavia, nama Jakarta saat masih menjadi ibu kota Hindia Belanda. Saat itu pemerintah kolonial untuk kali pertama membentuk sebuah kesatuan pemadam kebakaran yang bernama Bataviasche Brandweer atau Pemadam Kebakaran Batavia pada tanggal 1 Maret 1919. Pembentukan ini berdasarkan keputusan Residen Batavia Nomor 103 tanggal 1 Maret 1919.
Awalnya, dinas ini beranggotakan para opas atau penjaga kantor dan asisten wedana, dengan peralatan seadanya. Mereka tidak hanya bertugas di Batavia, tapi juga membantu daerah lain jika dibutuhkan.
Setelah Batavia, kota-kota besar lain menyusul membentuk dinas pemadam kebakaran mereka sendiri, seperti Surabaya dan Bandung. Pembentukan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penanggulangan kebakaran sudah menjadi prioritas, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk.
Dalam HUT ke-107 kali ini, tema yang diusung adalah Mengabdi untuk Keselamatan Negeri. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Z.A., selaku pembina Damkarmat dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026) menegaskan usia 107 tahun mencerminkan perjalanan panjang pengabdian Damkarmat kepada masyarakat.
“Tema Mengabdi untuk Keselamatan Negeri menjadi pengingat bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Dalam suasana Ramadan ini, semangat pengabdian tersebut semakin dimaknai sebagai ladang ibadah dan wujud kepedulian nyata kepada sesama,” ujar Safrizal. Puncak peringatan HUT ke-107 Damkarmat dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026 di Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Safrizal menambahkan kompleksitas tugas Damkarmat terus meningkat seiring dinamika perkotaan dan pertumbuhan permukiman. Selain kebakaran, petugas juga menangani evakuasi korban kecelakaan, bantuan saat bencana, penanganan hewan berbahaya, hingga kondisi darurat lainnya di masyarakat.
Safrizal menilai penguatan sumber daya manusia, modernisasi peralatan, dan peningkatan koordinasi lintas sektor menjadi agenda prioritas untuk menjawab tantangan tersebut. Pemerintah daerah juga didorong meningkatkan dukungan anggaran serta sarana dan prasarana bagi satuan pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Momentum ulang tahun ini, lanjutnya, diharapkan menjadi refleksi sekaligus dorongan bagi seluruh jajaran Damkarmat di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan respons cepat terhadap situasi darurat. Dengan penguatan kapasitas dan dukungan daerah, Damkarmat ditargetkan semakin adaptif dalam mitigasi risiko kebakaran dan penanganan kedaruratan demi keselamatan masyarakat.
Kembali ke citra damkar sebagai pahlawan sejati masyarakat, pengakuan dan penghargaan ini ternyata juga sudah diungkapkan pada zaman dulu, tepatnya saat peringatan 10 tahun berdirinya Bataviasche Brandweer. Ucapan terima kasih masyarakat ini berwujud sebuah prasasti logam pada tanggal 1 Maret 1929. Prasasti tersebut sampai sekarang masih tersimpan baik di kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta.
Begini bunyi prasasti tersebut:
“Tanda Peringatan Brandweer Batavia 1919 – 1929”
Di dalam masa jang soeda soeda
Bahaja api djarang tertjega
Habis terbakar langgar dan roema
Tidak memilih tinggi dan renda
Sepoeloeh tahoen sampai sekarang
Semendjak brandweer datang menentang
Bahaja api moedah terlarang
Mendjadikan kita berhati girang
Tanda girang dan terima kassi
Kami semoea orang Betawi
Menghoendjoekan pada hari jang ini
Tanda peringetan boekan seperti
Betawi, 1 Maart 1929

Lantas bagaimana sejarah pemadam kebakaran di negara-negara lain? Berikut ini beberapa di antaranya.
Inggris: Berawal dari Tragedi Besar
Inggris adalah pionir dalam pengorganisasian pemadam kebakaran modern, terutama dipicu oleh bencana besar. Kebakaran Besar London (Great Fire of London) pada 1666 membuat sebagian besar kota yang terdiri atas bangunan kayu ludes. Kejadian ini menyadarkan warga bahwa sistem “gotong royong” biasa tidak cukup.
Belajar dari kebakaran tersebut, perusahaan asuransi mulai membentuk unit pemadam kebakaran sendiri. Mereka memasang pelat penanda dari logam (Fire Marks) di gedung yang diasuransikan. Jika gedung dengan tanda pelat itu terbakar, maka pemadam kebakaran dari perusahaan asuransi akan datang memadamkan. Tapi kalau tidak punya tanda itu, ya maaf saja, pemadam kebakaran tidak mau melayani panggilan.
Satuan pemadam kebakaran yang lebih terpadu terbentuk di London pada 1 Januari 1833 dengan nama London Fire Engine Establishment. Satuan ini dipimpin James Braidwood yang sebelumnya mendirikan satuan pemadam kebakaran profesional di Kota Edinburgh, Skotlandia. Untuk kali pertama dia memelopori penggunaan seragam dan alat-alat perlindungan pribadi untuk keselamatan personel. Meski begitu satuan ini masih dibiayai oleh perusahaan asuransi.
Namun terjadinya sejumlah kebakaran berskala besar seperti kebakaran gedung parlemen Inggris, Palace of Westminster pada 1834 dan kebakaran di Jalan Tooley pada 1861 di mana Braidwood dalam usia 61 tahun meninggal dunia saat terjun langsung memimpin pemadaman membuat perusahaan-perusahaan asuransi melobi pemerintah agar operasi pemadam kebakaran sepenuhnya dikelola dan didanai pemerintah.
Akhirnya pemerintah mengundangkan Metropolitan Fire Brigade Act 1865 yang mendasari pembentukan Metropolitan Fire Brigade di bawah komando Eyre Massey Shaw, mantan kepala polisi dan pemadam kebakaran di Belfast, Irlandia Utara. Pada 1904 kesatuan ini berubah nama menjadi London Fire Brigade yang bertahan sampai sekarang.
Amerika Serikat: Inovasi dari Bapak Bangsa
Di Amerika Serikat pemadam kebakaran bermula dari semangat komunitas yang sangat kuat. Di sejumlah kota seperti New York, ditunjuk orang-orang yang bertugas sebagai pengawas kebakaran, namun untuk pemadamannya sepenuhnya masih dilakukan oleh masyarakat secara gotong-royong.
Benjamin Franklin, seorang inovator dan kemudian menjadi salah satu tokoh pendiri negara Amerika Serikat pada 1736 mendirikan Union Fire Company di Philadelphia. Ini adalah organisasi pemadam kebakaran sukarela pertama yang terorganisasi dengan baik. Selanjutnya Kota Cincinnati menjadi kota pertama yang memiliki pemadam kebakaran profesional (dibayar penuh).
Memang di masa itu ada berbagai insiden di mana unit-unit damkar sukarela berebut memadamkan kebakaran. Ini karena perusahaan asuransi akan memberi imbalan bagi unit damkar yang memadamkan kebakaran.
Malaysia: Dari Prakarsa Kolonial hingga Terbentuknya Bomba
Kali pertama ada kesatuan pemadam kebakaran terbentuk di Ibu Kota Kuala Lumpur dan saat itu dipimpin oleh H.F. Bellamy. Sebagian besar anggotanya adalah sukarelawan dari kepolisian. Setelah Malaysia mendapat kemerdekaan dari Inggris, kesatuan-kesatuan pemadam kebakaran yang berdiri sendiri mulai disatukan. Puncaknya pada 1997 terbentuklah lembaga tunggal pemadam kebakaran dengan nama Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia. Istilah “Bomba” sendiri diserap dari bahasa Portugis “Bomba” yang berarti pompa air. Kalau Anda biasa menonton serial Upin Ipin, sosok petugas Bomba dengan seragam loreng oranye mereka beberapa kali muncul.
Filipina: Belajar dari Amerika
Kesatuan pemadam kebakaran di Filipina untuk kali pertama ada di awal abad ke-20 dengan berdirinya Manila Fire Department (MFD) pada 1901. Kapten Hugh Bonner, mantan kepala pemadam kebakaran New York, didatangkan untuk memimpinnya. Selanjutnya pada 1991 melalui Republic Act 6975, dibentuklah Bureau of Fire Protection (BFP) yang bertanggung jawab atas layanan kebakaran secara nasional di bawah kementerian dalam negeri.

