Dari Lari Hingga Makan-makan, Cara Unik Perayaan Hari Jadi Pura Mangkunegaran

K.G.P.A.A. Mangkunegoro X saat melepas peserta Mangkunegaran Run 2026 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (3/5/2026). (Foto: Istimewa-Tim Media Mangkunegaran)
K.G.P.A.A. Mangkunegoro X saat melepas peserta Mangkunegaran Run 2026 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (3/5/2026). (Foto: Istimewa-Tim Media Mangkunegaran)

Lahirnya sebuah praja atau wilayah pemerintahan tak selalu harus diperingati dengan upacara formal yang kaku. Perayaan yang informal dan meriah menjadi pilihan Pura Mangkunegaran di Kota Solo dalam merayakan hari jadi ke 269 wilayah pecahan Kerajaan Mataram itu. Ini terasa sebagai pilihan yang menyegarkan dan menyenangkan bagi praja yang sudah tidak lagi memiliki fungsi politik dan pemerintahan sebagaimana “kakak”-nya, Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang berlainan pula dengan “saudara sedarahnya” yaitu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman yang masih aktif menjadi pelaku pemerintahan (meski tidak sepenuhnya) dalam lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seperti dijelaskan dalam rilis dari Pura Mangkunegaran yang diterima lalulalangmasa.com, Minggu (3/5/2026), perayaan hari jadi dengan nama resmi Adeging Mangkunegaran 269 pada tahun ini mengusung perpaduan harmonis antara pelestarian sejarah dengan gaya hidup modern, yang berpuncak pada ajang lari Mangkunegaran Run 2026 pada Minggu (3/5/2026). Pura Mangkunegaran dalam rangkaian kegiatan ini bekerja sama dengan Katadata, Yayasan Daya Nusantara Cendekia (DNC) serta Permata Bank sebagai mitra strategis.

Tema utama Adeging Mangkunegaran 269 kali ini adalah Spirit Legiun merujuk pada pengabdian pasukan Legiun Mangkunegaran di masa lalu yang jiwa juangnya diwariskan ke era modern. Tema Spirit Legiun ini juga bertepatan dengan filosofi Tahun Dal dalam kalender Jawa yaitu refleksi, keteguhan, dan arah baru. Ikon kuda yang antara lain dihadirkan dengan menyolok sebagai hiasan di gapura masuk wilayah Pura Mangkunegaran menjadi lambang keprajuritan, keberanian, dan disiplin tinggi yang menjadi warisan Legiun Mangkunegaran, unit militer yang keberadaannya dimantapkan sejak era Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, pendiri Praja Mangkunegaran.

Peringatan Adeging Mangkunegaran telah dimulai sejak 17 Maret 2026, bertepatan dengan tanggal berdirinya Praja Mangkunegaran pada 1757 silam. Pada saat itu fokus peringatan adalah prosesi internal istana dan acara budaya. Sedangkan puncak kemeriahan yang melibatkan publik secara lebih luas dipusatkan pada rangkaian kegiatan tanggal 1 hingga 3 Mei 2026.

Rangkaian puncak Adeging 269 Mangkunegaran tahun ini diisi dengan Mangkunegaran MakaN-MakaN (1-3 Mei 2026), pasar rakyat yang menyatukan kuliner, seni, dan aktivitas komunitas di area Pamedan. Acara ini melibatkan lebih dari 100 tenant UMKM dan diperkirakan mampu menarik 20.000 pengunjung.

Sementara acara yang lebih formal adalah Mangkunegaran Royal Heritage Dinner pada 2 Mei 2026 yaitu jamuan makan malam eksklusif di Pendhapa Pura Mangkunegaran yang dihadiri 150 tamu undangan, media, dan keluarga besar. Acara ini dimeriahkan oleh prosesi militer Royal Defile, Pahargyan, Wisuda Kekancingan, pertunjukan orkestra dari Trinity Youth Symphony Orchestra, serta penampilan spesial Woro Mustiko berkolaborasi dengan Panti Budaya.

Mangkunegoro X (menunduk di atas panggung) menyalami para peserta Mangkunegaran Run 2026 menjelang dimulainya ajang lari itu, Minggu (3/5/2026). (Foto: Istimewa-Tim Media Mangkunegaran)

Acara yang lebih masif adalah Mangkunegaran Run 2026 (3 Mei 2026). Ajang lari ini melintasi rute yang bernilai historis yang lekat dengan Mangkunegaran. Titik start berada di Stadion Manahan, tempat yang dulunya adalah lapangan olahraga milik Praja Mangkunegaran. Titik finish-nya di Koridor Ngarsopuro, tepat di depan gapura Pura Mangkunegaran. Setiap pelari tidak sekadar berlomba, tetapi menelusuri jejak sejarah Kota Solo dari satu ikon ke ikon lainnya.

Sepanjang rute, para pelari disambut oleh lebih dari 100 cheering point yang diisi oleh komunitas lokal, pertunjukan budaya, dan elemen tematik yang memperkaya pengalaman berlari. Sebanyak 50 titik diisi oleh komunitas lokal organik, sementara 50 titik tematik menghadirkan semangat Nusantara, 20 titik bertemakan identitas Legiun Mangkunegaran, dan 30 titik sponsor yang merepresentasikan kekayaan budaya dari berbagai daerah Indonesia.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkunegara X yang mengibaskan bendera start menyatakan bahwa Mangkunegaran Run dihadirkan sebagai perayaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ini bukan sekadar event lari, tetapi pengalaman untuk merasakan energi Kota Solo dan budayanya secara langsung. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang terbuka untuk siapa saja,” ujar dia.

Partisipasi dari 7.750 peserta menjadikan Mangkunegaran Run 2026 memberi nuansa unik dari dari kehadiran pelari berpengalaman hingga mereka yang baru kali pertama menikmati Kota Solo dari jalur lari. Event lari ini pun mendapat pengakuan resmi berupa sertifikasi rute oleh World Athletics yang dilakukan secara langsung oleh perwakilan resmi Badan Atletik Dunia, Kim Vivan, yang hadir ke Solo untuk memverifikasi jalur lari ini. Pencapaian ini memperkuat Mangkunegaran Run sebagai event lari yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memenuhi standar teknis internasional.

Sebelum hari pelaksanaan, Mangkunegaran Run 2026 telah menjalani serangkaian Road to Event di Jakarta, Jogja, Bali, dan Solo, membangun antusiasme komunitas lari dari berbagai kota dan memperluas jangkauan event ini secara nasional. Kolaborasi jersey bersama @speed_jersey menjadi bagian dari perjalanan menuju hari H.

Baca Juga:

Ketika Mangkunegoro X Bicara Soal Rumah dan Kebahagiaan

Mangkunegoro Punya Wilayah dan Pemerintahan Sendiri, Tapi Kenapa Tidak Jadi Raja?

Share the Post: