Ada Royal Wedding Lagi di Solo! Hajat Besar Upacara Pernikahan Kakak Mangkunegoro X

G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (kanan), dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. (Foto: Istimewa/Pura Mangkunegaran)
G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (kanan), dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. (Foto: Istimewa/Pura Mangkunegaran)

Pura Mangkunegaran Solo bakal menggelar hajat besar pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, kakak pemimpin Praja Mangkunegaran K.G.P.A.A. Mangkunegoro X, dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian pada 3–7 November 2026 mendatang. Acara Dhaup Ageng alias Royal Wedding ini akan digelar di Pendapa  Ageng Pura Mangkunegaran.

Rangkaian Dhaup  Ageng digelar dengan menjunjung tinggi tata  cara  dan  tradisi  Mangkunegaran. Resepsi akan diselenggarakan pada 6 dan 7  November  2026  di  Pendapa  Ageng  Pura  Mangkunegaran. Acara pernikahan ini juga tak melupakan masyarakat umum melalui penyelenggaraan pesta rakyat pada 6–8 November 2026 di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran.

“Dhaup  Ageng  pertama-tama  merupakan  peristiwa  keluarga  yang  menandai  babak  baru  bagi  kedua mempelai. Melalui  rangkaian  tradisi  dan  kegiatan  publik  yang  telah  dipersiapkan,  kami  berharap masyarakat  dapat  turut  mangayubagya,  berbagi  kebahagiaan,  dan  merasakan  kedekatan  yang  telah lama  terjalin  antara  Mangkunegaran  dan  Kota  Solo,”  ujar  Juru  Bicara  Dhaup  Ageng,  R.Ay.T.  Ayu Rosetyastuti dalam siaran persnya yang diterima lalulalangmasa.com, Rabu (14/10/2026).

Dhaup Ageng bukan hanya pesta besar bagi segenap kerabat Pura Mangkunegaran, namun juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat makna di balik tradisi yang terpelihara di Mangkunegaran. Setiap tata cara, busana, musik, simbol, dan ruang yang digunakan  tidak  hanya  memiliki  fungsi  seremonial,  tetapi  mengandung  nilai  dan  tata  laku  yang  terus dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, masyarakat juga tetap dilibatkan dalam kemeriahan acara melalui kegiatan-kegiatan publik yang terkurasi. Salah satu agenda dalam pesta rakyat adalah pemutaran film ramah anak yang diselenggarakan bersama komunitas sinema. Sebanyak 200 anak dari yayasan yatim piatu akan diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Informasi lengkap mengenai program, waktu, dan akses masyarakat akan disampaikan melalui kanal resmi Mangkunegaran.

Dalam catatan umum, dhaup ageng kali terakhir digelar di masa Adipati Mangkunegoroo VIII atau kakek dari Gusti Sura dan Mangkunegoro X.

Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo atau lebih akrab dipanggil Gusti Sura adalah putri sulung pasangan K.G.P.A..A. Mangkunegara IX (Gusti Pangeran Haryo Sudjiwokusumo) dan Gusti Kanjeng Putri (G.K.P.) Mangkunegara IX (Prisca Marina Yogi Supardi). Pernikahan tersebut dikaruniai dua anak, yakni Gusti Sura dan Gusti Bhre yang menjadi Mangkunegoro X.

Dikutip dari sejumlah sumber, Gusti Sura juga aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Salah satu pengakuan atas kiprahnya itu berwujud dengan kepercayaan menjadi maskot Solo International Performing Arts (SIPA) 2024. Gusti Sura dinilai merepresentasikan generasi muda yang tetap memiliki komitmen terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Jawa.

Kiprah Gusti Sura semakin terlihat pada 2026. Ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Penyelenggara 1 Sura Be 1960 Mangkunegaran. Rangkaian 1 Sura tahun ini mengusung tema “Mulih Pulih”, yang dimaknai sebagai perjalanan untuk kembali, melakukan refleksi, sekaligus memulihkan diri.

Gusti Sura menjelaskan bahwa konsep tersebut bukan sekadar tema acara. “Mulih” dimaknai sebagai perjalanan kembali ke Solo dan Pura Mangkunegaran, kembali kepada akar kebudayaan, hingga kembali kepada diri sendiri. Ia juga menegaskan bahwa peringatan 1 Sura bukan sekadar festival atau tontonan. Bagi Mangkunegaran, rangkaian tersebut merupakan ritual adat yang sakral dan harus diikuti dengan tertib serta penuh penghayatan.

Sementara sang calon suami, K.P.H. F.X. Adimas Rosdian, dikabarkan merupakan putra bungsu dari pemilik perusahaan bus Rosalia Indah, dan kini juga menjadi pemimpin perusahaan bus tersebut.

Baca Juga:

Adeging Mangkunegaran 2026, Ketika “Masa Lalu” Menghidupi “Masa Kini”

Di Ajang World Economic Forum, Mangkunegoro X Beberkan Kenapa Warisan Budaya Itu Infrastruktur Ekonomi, Bukan Beban Anggaran

Dukung Lalu lalang masa

Setiap artikel di situs ini membutuhkan waktu untuk riset, membaca sumber,
dan menyusun tulisan. Jika tulisan ini bermanfaat, Anda dapat membantu
agar kami terus menghadirkan kisah-kisah sejarah Indonesia dan dunia.

Saweria Lalu Lalang Masa

Terima kasih atas dukungannya.

Share the Post: