Siapa enggak kenal dengan Nutella yang lezaaaaaat itu? Nutella yang dimakan hlo ya, bukan yang lain, apalagi yang belakangan heboh di medsos, ehhhhh…..
Iyyaaaap! Ini selai cokelat Nutella yang terkenal lembut dan nikmat banget kalau sudah dioleskan di roti. Nah, tahukah Anda kalau selai cokelat Nutella ini lahir di masa prihatin setelah Perang Dunia II? Semua berawal dari keluarga Ferrero yang tinggal di Kota Alba, wilayah Piedmont, Italia. Keluarga ini sudah lebih dulu aktif sebagai pengusaha sebuah toko roti kecil di kota mereka. Motor penggeraknya adalah kakak beradik Pietro dan Giovanni Ferrero. Merasa tidak asing dengan nama ini? Yaa, soalnya asal tahu saja, cokelat “sultan” Ferrero-Rocher itu juga hasil kreasi generasi penerus mereka.

Sebagai pengusaha kuliner, mereka tidak berhenti berinovasi. Salah satu inovasi monumental mereka adalah Nutella yang justru lahir di masa serba sulit setelah Perang Dunia II berakhir pada pertengahan 1945. Sebagai negara yang kalah perang karena selama Perang Dunia II pemerintahan Italia mendukung rezim Nazi Jerman, Italia betul-betul hancur-hancuran. Tapi kan hidup harus jalan terus, termasuk makan yang perlu diupayakan tetap selezat mungkin dengan segala keterbatasan.
Di masa sulit itu, pada 1946, cokelat yang berasal dari buah kakao jadi barang langka dan sangat mahal. Pengusaha kuliner seperti Ferrero bersaudara pun jadi puyeng juga, bagaimana memenuhi selera orang yang masih ingin menikmati cokelat? Seperti dibeberkan di situs ferrero.com, Ferrero bersaudara putar otak dan akhirnya punya ide memaksimalkan penggunaan kacang hazel atau hazelnut sebagai bahan utama, di mana unsur cokelat yang kala itu sangat mahal dan langka hanya dibubuhkan sebagai pemberi rasa dan aroma, ditambah gula. Kacang hazel sendiri adalah salah satu hasil bumi utama di wilayah Piedmont, jadi tidak ada masalah dalam pasokannya.

Jadilah produk pertama selai cokelat “era prihatin” pada 1946 dengan nama Gianduja. Istilah Gianduja atau gianduia sendiri sebenarnya sudah lama dipakai untuk menyebut produk campuran cokelat (kakao) dengan pasta kacang hazel yang memang asli kreasi wilayah Piedmont, tepatnya di Kota Turin, yang mulai dibuat sejak era wilayah itu dikuasai Napoleon dari Prancis pada 1796-1814. Nah, uniknya, gianduia ini juga lahir dari masa “prihatin” gara-gara perang antara Prancis yang dipimpin Napoleon dengan Inggris. Peperangan itu membuat barang-barang yang dijual Inggris termasuk kakao yang diimpor dari kawasan tropis dilarang masuk ke wilayah yang dikuasai Prancis.
Karena itu komposisi cokelatnya diakali dengan dikurangi. Komposisi gianduia adalah 30% cokelat atau kakao, dan sisanya kacang hazel. Meski produknya berbentuk batangan yang dibungkus, namun gianduja lebih mudah lembek karena sifat kacang hazel yang menjadi bahan utamanya. Gianduja produk toko Ferrero juga dirilis dalam bentuk batangan panjang yang dapat dipotong dan dioleskan di atas roti. Karena bahannya didominasi bahan lokal yaitu kacang hazel, maka harganya bisa jauh lebih murah dibandingkan produk yang unsur cokelatnya lebih banyak.

Pada 1951, wujud Gianduja pun diubah, tidak lagi berbentuk batang, namun sudah menjadi selai cokelat dalam wadah stoples kaca kecil. Dengan wujud ini selai pun lebih mudah dioleskan pada roti. Produk baru ini diberi nama Super Crema. Nama Nutella baru muncul pada 1964, seiring dengan pengembangan resep yang dilakukan untuk memperlebar pasar ke luar Italia. Produk dengan nama Nutella kali pertama dirilis pada 20 April 1964. Produk Nutella pun saat itu menembus pasar Jerman dan Prancis. Pasar Amerika Serikat kemudian ditembus pada 1983. Ekspansi Nutella ke seluruh dunia juga ditandai dengan dibukanya pabrik pertamanya di luar Eropa, yaitu di Lithgow, dekat Sydney, Australia, pada 1978.

